Salesman adalah ujung tombang sebuah perusahaan

      Pada kesempatan ini saya akan berbagi pengalaman pertama saya sebagai karyawan, saya memutuskan untuk bekerja dan menjadi mahasiswa di waktu yang bersamaan. Tidak mudah memang membagi waktu dan fokus pikiran pada dua hal sekaligus tetapi harus tetap saya lakukan untuk memenuhi biaya perkuliahan. Saya mulai membiayai semua kebutuhan pribadi dan perkuliahan dengan hasil dari kerja keras saya sendiri mulai dari lulus sekolah menengah atas.
          Sebagai seorang fresh graduate sulit mendapatkan pekerjaan dengan persaingan yang sangat ketat, diatas kertas saya sudah dinyatakan kalah jika harus bersaing dengan mereka yang memiliki gelar sarjana atau memiliki pengalaman kerja. Tetapi sesuai dengan kata pepatah "bahwa hasil tidak akan pernah menghianati kerja keras" setelah menyebar lamaran ke beberapa perusahaan yang jumlah sudah tidak bisa saya hitung lagi, saya akhirnya diberi kesempatan bekerja di salah satu perusahan properti kaca mata dan lensa sebagai salesman atau ujung tombak sebuah perusahaan. Mengapa salesman disebut sebgai unjung tombak sebuah perusahaan? karena semua produk atau jas yang ditawakan oleh sebuah perusahaan akan dikenalkan oleh seorang salesman. Bagi beberapa orang menjadi salesman adalah pekerjaan yang mudah, tetapi setelah menekuni pekerjaan ini saya menemukaan beberapa  permasalahan yang sering dijumpai, yaitu:
  1. Bagaimana mencapai target yang diberikan?
  2. Bagaimana mengenalkan produk kami pada orang yang belum mengenalnya?
  3. Bagaimana meyakinkan orang untuk membeli produk kami?
  4. Bagaimana mempertahakan orang-orang tersebut agar menjadi konsumen tetap?
         Beberapa hal diatas adalah troubleshoot yang harus bisa diselesaikan oleh seorang salesman, saya akan menjawab bebrapa hal diatas berdasarkan pengalaman yang telah saya lalui.

1. Sebagai seorang salesman terget yang diberikan perusahaan merupakan tanggung jawab yang harus kita penuhi, cara paling efektif untuk mendapatkan target tersebut adalah melakukan pembagian target. Sebagai contoh, jika saya mendapatkan target perbulan sebesar Rp. 60,000,000 maka nominal tersebut akan saya bagi menjadi target mingguan dan harian atau dengan kata lain dalam satu minggu saya harus bisa mendapatkan omset sebesar  Rp. 15,000,000 dan jika dibagi kembali maka dalam satu hari saya harus bisa mendaptkan omset sebesar Rp. 2,143.000. Kebiasaan yang sering saya lakukan tersebut cukup efektif untuk memenuhi target yang telah diberikan, membagi tugas besar menjadi beberapa tugas kecil agar lebih mudah untuk dikerjakan.

2. Mengenalakan produk yang anda miliki kepada calon konsumen menjadi tantangan lain bagi seorang salesman, tujuan dari pengenalan produk ini mengadopsi dari pepatah lama yaitu "tak kenal maka tak sayang" kenapa harus kenal? karena secara tidak langsung seorang konsumen yang selective cenderung membeli produk yang sudah dikenalnya atau memang memiliki nama besar dipasaran dari pada harus membeli produk-produk baru yang belum terjamin kualitasnya. Salah satu cara mengenalkan produk yang anda miliki adalah dengan melakukan pameran atau event, pada kesempatan itu seorang salesman dapat dengan seluasa mengnalkan produk yang dijualnya kepada calon konsumen. Perbanyaklah melakukan pameran di tempat-tempat yang didatangi oleh banyak orang agar produk yang anda tawarkan lebih dikenal oleh masyarakat luas.

3. Jika calon konsumen sudah mengenal produk yang anda tawarkan, bagaimana menyakinkan calon konsumen tersebut untuk membeli?, bagaimana jika calon konsumen hanya berniat melihat-lihat dan bukannya membeli?, berdasarkan pengalaman yang telah saya dapat ada beberapa jenis konsumen yang sering dijumpai. Pertama konsumen yang memang datang untuk membeli produk karena kebutuhan atau calon konsumen yang hanya mencari tahu akan produk yang anda tawarkan, kedua jenis konsumen tersebut sama-sama memiliki peluang untuk membeli produk yang anda tawarkan, perbedaannya adalah menawarkan produk yang anda miliki akan sedikit lebih sulit kepada calon konsumen yang hanya berniat mencari tahu dari pada calon konsumen yang memang berniat membeli. Berikut adalah beberapa hal yang sering saya lakukan untuk menyakinkan calon konsumen:
  • Memberitahu calon konsumen benefit lebih yang didapatkan ketika membeli di hari itu
  • Menawarkan diskon yang cukup signifikan agar calon konsumen tertarik
  • Melakukan penjelasan pada calon konsumen kelebihan produk yang anda tawarkan
  • Mengenalkan nama besar produk anda agar calon konsumen semakin tertarik dengan produk anda
4. Setelah calon konsumen tersebut telah resmi menjadi konsumen anda, hal yang harus anda lakukan adalah mempertahakan konsumen tersebut agar menjadi pelanggan tetap. Berapa cara yang dapat anda lakukan adalah meminta data pribadi konsumen yang dapat anda simpan pada data base perusahaan agar sewaktu-waktu anda dapat memberikan informasi kepada konsumen jika perusahaan anda mengadakan diskon besar-besaran ataupun event lainnya, hal lain yang dapat anda lakukan adalah memberikan penjelasan atau (after sales service) kepada konsumen berupa hak-hak apa saja yang mereka dapatkan setelah membeli produk anda seperti garansi (jika ada), perbaikan produk jika dikemudian hari terjadi kerusakan, store atau kantor cabang yang bisa dihubungi oleh pihak konsumen.


     Beberapa hal diatas bisa menjadi acuan bagi seseorang yang ingin terjun pada dunia sales untuk menambah wawasan, setelah saya menerapkan hal-hal tersebut saya pernah mendapatkan reward dari perusahaan saya ketika masih berstatus sebagai salesman yaitu, sebagai karyawan terbaik selama periode satu bulan, menjadi karyawan dengan pendapatan terbanyak dalam periode satu bulan, dan menjadi perwakilan store cabang untuk melakukan trainning di kantor pusat yang ada di kota Surabaya. 





 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Marine Surveyour

Perancangan Solar Water Heater

Pompa Hidram (pompa tanpa listrik)