Marine Surveyour
Marine surveyour adalah jenis pekerjaan yang masih sedikit asing di telinga masyarkat Indonesia, ketika saya pertama kali bekerja sebagai marine surveyour saya pun masih asing dengan hal tersebut. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya akan menjelaskan sedikit apa itu marine surveyour dan tugas yang harus dikerjaan seorang marine surveyour.
Marine surveyour adalah pekerjaan yang dilandaskan oleh peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia yaitu RI No. 14/M-DAG/PER/3/2006, dimana dijelaskan definisi dari kata survey yang artinya melakukan sebuah kegiatan pemeriksaan atau penelitian, pengkajian atau pengujian dan melakukan pengawasan keadaan, konidisi luar, pembungkusan, kulitas atau mutu, jumlah atau kuantitas, berat atau isi dan tenda pengenal serta pernyaratan yang telah ditetapkan, perlindungan lingkungan hidup yang meliputi mutu air, udara dan darata. Sedangkan surveyour adalah orang yang melakukan tugas-tugas survey tersebut dimana seorang surveyour dituntut harus memiliki keahlian khusu dibidang jasa survey atas dasar disiplin ilmu atau memiliki sertifikasi profesi surveyour yang diterbitkan oleh lembaga resmi yang bertanggung jawab untuk mengeluarkannya serta memiliki pengalaman kerja dibidang survey.
Jobdesk seorang marine surveyour:
Seorang marine surveyour memiliki beberapa jenis pekerjaan yang biasa dilakukan bergantung pada keahlian dan disiplin ilmu yang dimiliki, berikut adalah beberapa jobdesk yang harus dikerjakan:
- Marine Inspection
Seorang yang memiliki keahlian khusus dibidang marine inspection diminta untuk mengetahui semua hal yang berkaitan dengan kondisi kapal yang akan di inspeksi secara menyeluruh termaksud perlatan yang ada diatas kapal guna memastikan bahwa kapal layak untuk berlayar dengan mematuhi semua standar dan spesifikasi yang telah ada. Seorang marine surveyour diharapkan dapat berkerja secara mandiri atau individu karena pada umumnya marine surveyour adalah sebuah pekerjaan yang biasa di sebut dengan one man job atau pekerjaan yang bisa dilakukan oleh satu orang, berikut adalah beberapa hal yang harus di periksa seorang marine surveyour ketika menjalankan tugasnya:
1. Draft Survey
Kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui berat muatan sebuah kapal baik dalam keadaan kosong (belum terisi muatan) dan dalam keadaan complete (sudah terisi muatan). Dasar ilmu yang digunakan dalam draft survey adalah teori dari archimedes yang menyatakan bahwa "jika sebuah benda dimasukan kedalam bejana yang menampung sejumlah air dan air didalam bejana tersebut keluar setelah dimasukan benda maka jumlah air yang keluar sama dengan berat benda yang dimasukkan". Berdasarkan teori tersebut seorang marine surveyour dapat mengetahui berat muatan sebuah kapal dengan cara melihat posisi tenggelamnya kapal,berikut adalah perhitungan yang biasa digunakan untuk mengetahui jumlah muatan sebuah kapal:
- Mean Draft
MD (Fwd, Mid, Aft) = Draft port side + Draft starboard side
2
- Draft Correction
DC (Fwd, Mid, Aft) = Jarak Draft Mark dari Perpendicular x Apparent Trim
Jarak antara Draft Mark (LBM)
- True Draught
TD (Fwd, Mid, Aft) =Mean Draught (draft) +/- Draught ( darft ) correction
- Quater Mean Draft
QMD = True Fwd + (6 x True Mid) + True Aft
8
2. Hold Cleanliness
Kegiatan yang dilakukan untuk memastikan dan mengetahui kebersihan pada Hold ( palka, tempat penampungan cargo ) yang dimiliki kapal, tujuan dari pemeriksaan ini untuk memastikan kualitas cargo yang akan dimuat tidak akan berubah atau terkontaminasi dengan material lain yang tersisa atau tertinggal didalam hold kapal. Material-material yang biasanya dapat menyebabkan perubahan kualitas pada cargo adalah air yang menggenang pada hold yang dapat menyebabkan kelembapan yang tinggi, material organik yang sebelumnya dimuat kapal dan tertinggal didalam hold menyebabkan akan mengalami pembusukan didalam hold.
Seorang marine surveyour wajib mengetahui jenis muatan sebelumnya yang dimuat oleh kapal dan wajib mengetahui proses pembersihan hold yang dilakukan oleh kru kapal, apakah hanya menggunakan air atau menggunakan campuran chemical. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa cargo yang akan dimuat tidak akan berubah atau terkontaminasi dengan material lainnya.
3. Inspection Cargo Condition
Kegiatan ini dilakukan oleh seorang marine surveyour untuk memastikan bahwa cargo yang akan dimuat memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam kontrak perjanjian. Beberapa hal yang wajib diperhatikan dalam melakukan Inspection Cargo Condition khususnya untuk muatan batu bara adalah:
- Temperatur cargo yang tidak boleh melebihi 55 C karena memiliki potensi penyebab terjadinya kebakaran dikapal.
- Size batu bara yang dimuat harus menyesuaikan kontrak perjanjian dan biasanya memiliki standard ukuran 50 mm
- Memiliki kadar air atau kelembapan yang tidak terlalu tinggi.
- Tidak menghasilkan polusi udara berupa parlikel kecil yang menjadi debu yang dapat menyebabkan sumber penyakit pernapasan bagi para pekerja.
4. Cargo Sampling
Kegiatan yang dilakukan untuk mengambil beberapa sample batu bara yang nantinya akan diuji di laboratorium untuk mengetahui kandungan yang dimiliki batu bara tersebut, apakah sesuai dengan kontrak perjanjian atau tidak. Biasanya kegiatan cargo sampling ini dibantu oleh kru sampling karena pekerjaan yang satu ini cukup melelahkan, seorang marine surveyour hanya bertugas mengawasi dan mengarahkan kru sampling untuk mengambil batu bara pada titik tertentu atau mengawasi proses pengambilan sample secara mechanical menggunakan mesin sample yang ada pada kapal.
Demikian penulisan ini saya buat, penulisan yang menjelaskan jobdesk dan pengenalan seorang marine surveyour semoga infomasi ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Sekian dan terima kasih, sebagai tambahan sayang akan masukkan beberapa dokumentasi pribadi saya selama bekerja sebagai marine surveyour.
Sumber:
- marine-surveyour-indonesia.blogspot.com
- kapal-pelaut-surveyour.blogspot.com












Komentar
Posting Komentar